The Art of Food Photography

Saat anda jalan - jalan ke sebuah restoran atau cafe, sang pemilik tempat pasti akan menghidangkan menu yang menjadi andalan di tempat tersebut. Daftar menu yang mereka hidangkan itu, biasanya dilengkapi sederetan foto makan yang terlihat lezat dan cukup menggoda. Itulah salah satu bentuk kehebaan sebuah proses fotografi yang dewasa ini lebih dikenal dengan sebutan Food Photography.




Tips dan Trik Food Photography

Menjadi Food Photography harus memiliki tingkat kesabaran tinggi. Begitupun dengan food stylist dan tim yang terlibat. Harus selalu siap juga untuk menerima masukan dan saran dari klien, dan selalu lakukan briefing sebelumnya, serta evaluasi tim setelahnya.

Sebelum membuat konsep, lakukan riset terlebih dahulu, jika perlu pelajari sejarah makanan tersebu, selalu mencari referensi. Jika anda bekerja dalam tim, biasakan untuk membangun komunikasi dan bertukar idea. Hal ini juga berlaku saat anda berhubungan dengan klien, chef atau koki setempat. Agar konsep yang sudah dibangun sedari awal tidak melenceng.

"Food Photography membutuhkan sinergi antara food stylist, fotografer, lighting specialist, dan art director"



Skill yang dibutuhkan Food Photography

Bagi fotografer, jelas dia haru meguasai teknik dan non-teknik fotografi. Dalam arti, fotografer harus benar-benar memahami gear-nya, equipent yang digunakannya, serta harus merasakan dan tahu benar akan makanan yang akan difotonya. Fotografer harus menyampaikan "taste-nya" kepada pembeli.

Selain itu fotografer dan food stylist harus jeli terhadap warna makanan yang menjadi subjek foto. Katakanlah memasak buncis daging sapi dengan teknik blaching (direbus sebentar lalu ditaruh air dingin). Sehingga warna dan kesegarannya sayur tetap terjaga.


Tinggalkan Komentar: